Papuainsight.id | Nabire, Papua Tengah – Komitmen memberantas peredaran narkotika terus ditunjukkan aparat kepolisian di Papua Tengah. Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran ganja dan menangkap dua terduga pelaku dalam operasi beruntun di Kabupaten Nabire.
Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Tengah, Kombes Pol Joan Verdianto, S.I.K., M.Tr.Opsla, menjelaskan bahwa timnya mengawali penindakan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: SP.Gas/07/IV/RES 4.2/2026.
Tim pertama kali menangkap seorang pria berinisial E.S (25), warga negara Papua New Guinea, pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIT di Pelabuhan Samabusa, Nabire.
Petugas yang dipimpin IPDA Suryanto bersama 12 personel langsung bergerak setelah menerima informasi terkait dugaan pengiriman ganja dari Jayapura ke Nabire melalui kapal laut KM Gunung Dempo.
Setelah melakukan pemantauan, petugas berhasil mengidentifikasi target dan langsung mengamankannya saat keluar dari area pelabuhan. Selanjutnya, petugas membawa E.S ke kantor Ditresnarkoba Polda Papua Tengah untuk menjalani pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas mengembangkan kasus dan menemukan keterlibatan pelaku lain. Berdasarkan informasi lanjutan, tim kembali bergerak dan menangkap seorang pria berinisial AR (27) pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIT di Jalan Sinak, Kelurahan Girimulyo, Nabire.
Saat melakukan penggeledahan, petugas menemukan dua paket besar ganja yang tersimpan dalam tas noken. Paket tersebut dibungkus plastik hitam dan dililit lakban cokelat. AR mengakui bahwa barang tersebut merupakan miliknya bersama E.S.
Selain itu, petugas menyita total 61 plastik besar berisi ganja, dua plastik hitam berlakban, satu unit handphone Oppo A58, satu tas noken warna-warni, satu plastik hitam tambahan, serta satu lembar KTP milik pelaku.
Kini, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Papua Tengah untuk proses hukum lebih lanjut.
Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa jaringan peredaran narkotika masih berupaya masuk ke wilayah Papua Tengah. Karena itu, aparat mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi demi menjaga generasi muda dari bahaya narkoba. (*)

















