Papuainsght.id | Nabire, PT — Di tengah geliat Kota Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah, jalan raya bukan sekadar jalur kendaraan.
Ia menjadi urat nadi kehidupan—tempat orang bekerja, beraktivitas, dan menghubungkan harapan dari satu titik ke titik lain.
Karena itu, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengajak semua pihak menjaga ruang bersama ini dengan penuh tanggung jawab.
Ia memahami bahwa suara rakyat adalah bagian penting dari demokrasi.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa kebebasan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap orang lain.
“Aspirasi itu penting, tetapi keselamatan dan kenyamanan masyarakat juga tidak kalah penting,” ujarnya.
Di sisi lain, fenomena penggalangan dana di tengah jalan menjadi perhatian serius. Ketika beberapa orang berdiri di badan jalan sambil menadahkan karton, risiko kecelakaan meningkat.
Bahkan, kemacetan bisa terjadi hanya karena beberapa menit gangguan.
Situasi ini menggambarkan dilema sederhana: antara niat membantu dan cara yang justru membahayakan.
Kapolres berharap generasi muda, khususnya mahasiswa dan aktivis, dapat menjadi contoh dalam menyampaikan aspirasi secara cerdas dan bermartabat.
Sebab pada akhirnya, kota yang aman dan tertib bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kesadaran bersama.
Di Nabire, menjaga jalan tetap terbuka berarti menjaga kehidupan tetap berjalan. (*)

















