Nabire, Papua Tengah | TNI Angkatan Darat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan doa bersama dan ground breaking pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang digelar di Kampung Waroki, Kabupaten Nabire. Rabu (08/04/2026)
Kasiter Kasrem, Kolonel Inf. Fajar Wibawa Angkasa, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program pembangunan jembatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh provinsi sebagai bagian dari upaya TNI AD dalam membantu pemerintah meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Untuk wilayah Papua Tengah, terdapat 11 titik pembangunan jembatan yang telah terdaftar dalam program ini,” jelasnya.
Dari total tersebut, empat titik berada di Kabupaten Nabire, dua titik di Kabupaten Deiyai, dan lima titik lainnya berada di wilayah Timika. Khusus di Nabire, lokasi yang telah ditinjau baru berada di Kampung Waroki, sementara tiga titik lainnya masih menunggu proses peninjauan lanjutan guna memastikan kesiapan pembangunan.
Lebih lanjut dijelaskan, tahap awal pembangunan akan difokuskan pada jembatan permanen berbahan beton. Sementara itu, beberapa titik lainnya akan menggunakan konstruksi jembatan Aramco, yang saat ini masih dalam proses pengiriman material dari pusat, mengingat perakitannya dilakukan sebelum didistribusikan ke daerah.
Setiap jembatan direncanakan memiliki ukuran lebar 4 x 8 meter, dengan target waktu pengerjaan sekitar 35 hari. Namun demikian, durasi tersebut dapat lebih cepat apabila didukung kondisi cuaca yang baik.
“Pembangunan ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat serta memperlancar konektivitas antara wilayah kota dan kampung,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu tokoh pemuda Kampung Waroki, Maikel Kogoya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI AD atas pembangunan jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat mengalami kesulitan dalam beraktivitas, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua.
“Dengan adanya jembatan ini, tentu sangat membantu masyarakat. Kami juga siap mendukung serta menjaga fasilitas yang telah dibangun,” ungkapnya.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam membuka keterisolasian wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Papua Tengah.
(Red)

















